Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca Lebaran 2026. Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan aktivitas ekonomi harian, terutama di sektor transportasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Laporan Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menilai, di balik tujuan efisiensi energi, kebijakan ini justru membawa konsekuensi langsung terhadap ekonomi berbasis mobilitas.
Sektor transportasi adalah yang paling terpukul,”
kata Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita dalam laporan tersebut, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Penurunan mobilitas pekerja selama satu hari dalam sepekan diperkirakan akan mengurangi jumlah penumpang transportasi publik dan pendapatan sektor informal. ISEAI mencatat, pekerja transportasi berbasis aplikasi berpotensi kehilangan sebagian besar pendapatan dari segmen komuter.






