Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar di dunia, telah memangkas pasokan minyak mentah ke Asia untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April. Hal ini berdasarkan dua sumber yang tidak diketahui namanya.
Menurut sumber tersebut, keputusan itu terjadi setelah perang AS-Israel vs Iran mengganggu perdagangan melalui Selat Hormuz.
Produsen minyak itu, hanya memasok minyak mentah Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah ke pelanggan jangka panjang pada bulan April, sehingga pasokan ke kilang-kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka,”
kata sumber tersebut, dikutip dari The Straits Times, Rabu, 25 Maret 2026.
Perusahaan minyak raksasa milik negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan jalur ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap kondisi regional yang terus berubah.






