Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

ESDM Klaim 2 Kapal RI di Teluk Persia Bakal Dikawal Ketat untuk Lewat Selat Hormuz

Pertamina International Shipping tengah persiapkan aspek teknis dan administratif untuk dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Armada kapal milik Pertamina International Shipping. (Sumber: Dok. PIS)
Armada kapal milik Pertamina International Shipping. (Sumber: Dok. PIS)

Pemerintah mengklaim bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi untuk mendukung proses pelintasan kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan, Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,”

kata Anggia di Jakarta, dikutip Senin, 30 Maret 2026.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.

Iklan

Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,”

ujar Nabyl.

Sementara itu, Pertamina International Shipping (PIS) tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal mereka, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,”

ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri, Anggia mengatakan bahwa Pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga pasokan dalam negeri.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. 

Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.