Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dipo Core Blak-blakan: Ekonomi RI Seperti “Bisul Mau Pecah”, Mismatch Utang dan Fiskal
Ekonomi Bisnis

Dipo Core Blak-blakan: Ekonomi RI Seperti “Bisul Mau Pecah”, Mismatch Utang dan Fiskal

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: April 1, 2026 3:40 pm
Adi Briantika
Dusep
Share
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
SHARE

Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli berpendapat kondisi perekonomian Indonesia berada di persimpangan jalan lantaran akumulasi masalah struktural selama beberapa tahun terakhir. 

Rentetan persoalan ekonomi ini bukan hanya terjadi pada pemerintahan Presiden Prabowo saja, melainkan warisan tahun-tahun sebelumnya. 

Indikasi tekanan fiskal terlihat dari berbagai kebijakan pengetatan yang dilakukan, seperti efisiensi anggaran, sentralisasi, hingga pemotongan dana transfer ke daerah. Pembentukan Danantara serta pelibatan pemerintah yang lebih dalam dengan Bank Indonesia, juga menjadi sinyal kuat bahwa kas negara sedang tertekan. 

Sebenarnya ini menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia memang tidak baik-baik saja,”

kata Dipo dalam acara ‘Sebelum Pengamat Ditertibkan’, di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. 

Beban APBN pun bertambah karena ada program besar berskala masif. Dipo berkata selama beberapa tahun terakhir, pendapatan pajak Indonesia tengah turun. Pengeluaran belanja pemerintah tidak berkurang apalagi sekarang ada program Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis. Maka sisanya, pemerintah berutang. 

Kemudian, perihal strategi utang, Dipo menyorot ada perubahan pola penerbitan Surat Utang Negara yang mengindikasikan kesulitan likuiditas. Jika biasanya pemerintah menyetop penerbitan obligasi pada pekan pertama Desember, belakangan ini pencarian utang terus dikebut hingga melewati pergantian tahun. 

Pemerintah dinilai mulai bergeser pada instrumen utang jangka pendek demi membiayai kebutuhan jangka panjang nasional. 

Sampai Desember tahun lalu, (pemerintah) masih terus cari utang. Januari dan Februari tahun ini, juga cari utang terus. Malah fokusnya utang jangka pendek. Dari sisi keuangan itu disebut mismatch, karena (pemerintah) kebutuhannya jangka panjang untuk pendidikan, infrastruktur, dan lainnya, tapi pendanaannya jangka pendek,”

terang Dipo. 

Kerentanan internal semakin berisiko ketika dihadapkan oleh guncangan eksternal seperti eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia mengibaratkan masalah fiskal Indonesia saat ini seperti “bisul mau pecah”, yang bebannya berlipat ganda akibat imbas perang di sana. 

Rencana Indonesia Emas 2045

Dipo juga meluruskan miskonsepsi publik ihwal visi Indonesia Emas 2045, yakni momentum itu bukanlah titik awal pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan puncak bonus demografi. 

Bila target pertumbuhan tidak tercapai pada momentum tersebut, maka dikhawatirkan ekonomi Indonesia melambat karena penurunan jumlah populasi produktif. 

Setelah Indonesia Emas 2045, ekonomi (negara ini) turun. Publik mesti bertanya dalam 20 tahun ke depan bakal hit (mencapai target) atau tidak? Karena jika tidak hit, pasti turun,”

ujar dia. 

Terlepas dari dinamika politik, Dipo mengatakan perekonomian negara membutuhkan perbaikan mendesak. 

Tag:APBNCore IndonesiaDipo Satria RamlifiskalIndonesia Emasprabowoutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Blak-blakan Purbaya, Subsidi Energi Bengkak Rp100 Triliun Gegara Tahan Harga BBM 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, anggaran subsidi energi pada tahun ini membengkak imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Anggaran subsidi energi membengkak di kisaran Rp90-Rp100 triliun karena pemerintah…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Jubir KPK Budi Prasetyo.
Hukum

Usut Dugaan Korupsi Importasi di Bea Cukai, KPK Periksa Pengusaha Rokok Asal Pasuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Pengusutan kasus itu bermuara dengan memeriksa pengusaha rokok asal Pasuruan, Jawa Timur, Martinus…

By
Rahmat
Ivan
2 Min Read
Libur Sekolah Awal Ramadan
Nasional

ASN Wajib WFH, Siswa Tetap Tatap Muka di Sekolah: Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung secara tatap muka (luring) dan berjalan normal. Hal ini disampaikan…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Beri Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Ada Penyesuaian, Tapi Dibahas Usai Balik ke RI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan rencana pembahasan penyesuaian harga BBM nonsubsidi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BPS: RI Inflasi 3,48 Persen pada Maret 2026 Gegara Tarif Listrik

Indonesia mengalami inflasi pada Maret 2026 baik secara bulanan maupun tahunan. Secara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Timur Tengah Panas, Bahlil Klaim RI Sudah Kantongi Pengganti Pasokan Minyak dan LPG

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Usai BBM Tak Naik, Purbaya Klaim APBN Kuat Hadapi Kenaikan Minyak US$100 per Barel

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up