Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuat menghadapi kenaikan harga minyak di tengah gejolak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Pemerintah sendiri sudah menyatakan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina, baik subsidi maupun non subsidi di tengah harga minyak dunia yang tinggi.
Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,”
ujar Purbaya dalam konferensi pers dikutip Rabu, 1 April 2026.
Purbaya mengatakan, berdasarkan hitungannya bila harga minyak bertahan di US$100 per barel hingga akhir tahun, APBN masih aman dan defisit diklaim tetap terkendali.






