Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harapan Damai Buyar, Ancaman Trump ke Iran Buat Harga Minyak Naik US$106,42 per Barel

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 5 persen menjadi US$106,42 per barel akibat ancaman Trump kepada Iran.

Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab. (Sumber: Dok. Aramco)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan akan adanya agresi militer lebih lanjut terhadap Iran dalam dua atau tiga minggu ke depan. Akibatnya, harga minyak melonjak hingga 5 persen, karena memupus harapan bahwa konflik akan mereda dalam waktu dekat.

Melansir CNBC Kamis, 2 April 2026, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 5 persen menjadi US$106,42 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Mei naik 4,1 persen menjadi US$104,21 per barel.

Trump dalam pidatonya mengaitkan kenaikan harga minyak dengan rezim Iran yang melancarkan serangan teror gila-gilaan terhadap kapal tanker minyak komersial dan negara-negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik tersebut.

Iklan

Dia mengatakan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras dalam dua atau tiga minggu ke depan dalam pidato nasional pada Rabu, seraya menambahkan bahwa perang tidak akan berlangsung lama dan pembicaraan dengan Teheran masih berlangsung. Sehingga, membuka peluang penyelesaian diplomatik.

Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat,”

katanya.

Di samping itu, pemerintah Indonesia sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, meski harga minyak dunia sudah melampaui asumsi APBN 2026 yang dipatok di angka US$70 per barel.

Akibat kondisi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bahwa anggaran subsidi energi tahun ini akan membengkak di kisaran Rp90-Rp100 triliun karena keputusan tidak menaikkan harga BBM. 

(Tambahan anggaran) Rp90 triliun sampai Rp100 triliun itu subsidi, kompensasi lain. Angka detailnya saya lupa,”

ujar Purbaya di Wisma Danantara.

Purbaya mengungkapkan, tambahan anggaran subsidi energi ini berasal dari penghematan belanja Kementerian Lembaga (K/L) yang dibagi menjadi tiga tahap.

Kita melakukan penghematan tahap satu, tahap dua, tahap tiga di belanja kementerian lembaga yang nggak terlalu jelas,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.