Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik, bila Iran hingga Selasa tak membuka Selat Hormuz. Akibatnya, pada Minggu harga minyak AS tembus level US$114 per barel.
Melansir CNBC pada Senin, 6 April 2026, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei memangkas kenaikan sebelumnya, dan naik 0,5 persen menjadi US$112,08 per barel pada pukul 21:28 ET.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni juga turun menjadi 1,3 persen menjadi US$110,47 per barel.
Adapun pada Minggu, Trump dalam sebuah postingan media sosial memperingatkan dengan kata-kata kasar bahwa Iran akan ‘hidup di neraka’ jika mereka tidak membuka Selat Hormuz. Trump mengancam akan membom pembangkit listrik dan jembatan Iran.
Trump kemudian mem-posting tulisan ‘Selasa, 20.00 Waktu Timur’ tanpa penjelasan lebih lanjut.
Iran sendiri secara efektif telah menutup Selat Hormuz dengan meluncurkan serangan terhadap kapal tanker minyak. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini sebelum perang.
Akibat penutupan Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah. Harga minyak mentah, bahan bakar jet, solar, dan bensin melonjak sejak perang dimulai.
Trump mengatakan dalam pidato nasional pada Rabu lalu bahwa perang akan berlanjut selama dua atau tiga minggu.



