Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 25 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / ISEAI: Jika BBM Nonsubsidi Naik 10%, Negara Tetap ‘Babak Belur’ Hadapi Tekanan Fiskal
Ekonomi Bisnis

ISEAI: Jika BBM Nonsubsidi Naik 10%, Negara Tetap ‘Babak Belur’ Hadapi Tekanan Fiskal

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 6, 2026 9:57 am
Iren Natania
Dusep
Share
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar)
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, bahwa pihaknya akan membahas rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi usai lawatannya ke luar negeri bersama Presiden Prabowo Subianto. Namun, Bahlil menekankan belum ada penyesuaian harga BBM, yang seharusnya terjadi pada 1 April 2026. 

Menilai pemerintah yang masih menyesuaikan harga kenaikan BBM nonsubsidi, Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) pun angkat bicara mengenai skema perhitungan kenaikan harga BBM.

Menurut laporan ISEAI yang diterima Owrite, Senin 6 April 2026, apabila terjadi kenaikan harga pada BBM nonsubsidi, kebijakan tersebut tetap belum mumpuni untuk menjadi solusi signifikan dalam meredam tekanan fiskal negara.

Menurut ISEAI, di tengah lonjakan harga minyak, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi akan mencerminkan kondisi anggaran yang kian terhimpit, bahkan terjebak dalam pola “gali-tutup lubang”.

Tim analisis ISEAI menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar 5–10 persen dianggap mampu menghemat anggaran negara dalam jumlah terbatas, namun hal tersebut akan berat dilakukan jika terjadi dalam jangka panjang.

Skenario kenaikan 5 persen hanya menyelamatkan arus kas sekitar Rp7,8 triliun per tahun, sementara kenaikan 10 persen menghemat sekitar Rp15,6 triliun,”

tulis ISEAI dalam laporannya.

Lebih jauh, penghematan itu juga tidak sebanding dengan potensi pembengkakan beban energi akibat lonjakan harga minyak mentah global yang telah melampaui US$111,43 per barel per hari ini.

Secara kritis, penghematan Rp15,6 triliun ini sangat kecil dibandingkan potensi pembengkakan belanja energi akibat lonjakan ICP yang bisa mencapai ratusan triliun rupiah,”

bunyi laporan tersebut.

ISEAI menilai, di sisi lain pemerintah juga masih menahan harga BBM di bawah nilai keekonomian untuk menjaga stabilitas sosial. Kebijakan selisih harga tersebut dicatat sebagai beban kompensasi yang harus dibayar negara kepada PT Pertamina (Persero).

Hal ini mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang terjebak dalam siklus ‘gali lubang tutup lubang’ fiskal, di mana ruang gerak belanja produktif semakin terhimpit oleh beban (hutang) masa lalu (dengan Pertamina dan PLN) dan fluktuasi harga energi global,”

imbuh ISEAI.

Menurut ISEAI, kenaikan BBM nonsubsidi nantinya adalah langkah minimalis untuk mengurangi tekanan fiskal yang sudah di ambang batas. Namun, daftar harga keekonomian menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat tersandera oleh volatilitas harga minyak global.

Tanpa mitigasi berupa pembatasan subsidi tepat sasaran (barcode) dan penebalan bantalan sosial, kenaikan ini akan mempercepat pengikisan tabungan kelas menengah (dissaving) dan memicu risiko perlambatan ekonomi nasional,”

tutupnya.
Tag:APBNBahlil LahadaliaBBM NonsubsidifiskalHarga BBMISEAIpertaminaPLN
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Selat Hormuz Berpotensi Buka, Minyak WTI Langsung Ambles ke US$91 per Barel
By Anisa Aulia
Petugas West Texas Intermediate.
1
Buru Begal Pakai Pasukan Tempur: Langkah Tegas atau Pintu Masuk Dwifungsi ABRI?
By Adi Briantika
Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD
2
150 Inspirasi Nama Kucing yang Gemas, Estetik, dan Anti Pasaran
By Ossid Duha Jussas Salma
Hewan kucing
3
Gudang Plastik di Kapuk Kembali Terbakar, Sudin Gulkarmat: Api Muncul dari Bawah Reruntuhan
By Ani Ratnasari
Kebakaran gudang plastik di Jakarta Barat
4
IHSG Hari Ini Merosot ke 6.152, Simak Level Support dan Resistnya
By Anisa Aulia
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Perdagangan Budi Santoso (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Ekspor Disapu BUMN, CPO dan Batu Bara Tak Lagi Bebas Dijual

Pemerintah ubah total skema ekspor nasional, tiga komoditas utama wajib lewat satu…

Nisa-OWRITErahmat-tunny
By
Anisa Aulia
Rahmat Tunny
1 jam lalu
Polda Metro Jaya bersama polres jajaran mengungkap 127 laporan polisi terkait kejahatan jalanan pada periode 1 Mei hingga 22 Mei 2026 serta menetapkan 173 tersangka.
Ekonomi Bisnis

‘Ekonomi Alternatif’: Mengapa Anak Muda Rentan Terjerumus Komplotan Begal?

Publik resah lantaran marak begal beberapa waktu belakangan. Faktor ekonomi diduga menjadi…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Ekonomi Bisnis

Asing Borong MDKA dan TINS, IHSG Sukses Bangkit ke Level 6.206 di Akhir Perdagangan Hari Ini

Sore ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,72 persen…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
6 jam lalu
Display Kopdes Merah Putih Disorot, Netizen: Kayak Minimarket Bangkrut!
Ekonomi Bisnis

Puluhan Minimarket Disikat, Kebijakan Baru Picu Ancaman ‘Perang Dagang’ Lokal

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menutup 25 gerai minimarket…

Nisa-OWRITErahmat-tunny
By
Anisa Aulia
Rahmat Tunny
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up