Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic, menyoroti potensi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan harga minyak global. Ia meminta pemerintah, khususnya Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan, untuk memberikan penjelasan terbuka terkait kemampuan fiskal negara.
Dolfie mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai US$100 per barel dapat berdampak signifikan pada beban subsidi energi.
Kalau harga minyak dunia rata-rata US$100 per barel, tadi Pak Menteri mengatakan fiskal kita masih kuat. Nah, kalau kita menggunakan APBN per dolar itu kan menambah subsidi atau biaya Rp6,8 triliunan. Betul ya? dikali dengan asumsi 70 kurang 100, 100 kurang 70 berarti kan 30 kali 6,8, jatuhnya Rp204 triliun,”
kata Dolfie dalam rapat kerja di DPR, Senin, 6 April 2026.
Beban APBN Berpotensi Membengkak
Menurut perhitungannya, tambahan beban tersebut bisa membuat pemerintah harus mengalokasikan hingga Rp204 triliun untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun.






