Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Kedelai Melonjak, Mentan: Kita Minta Importir Tidak Naikkan Terlalu Tinggi

Kenaikan harga kedelai, perang di Tmteng Mentan Amran, importir menahan kenaikan harga kedelai, harga tahu dan tempe tidak mengalami kenaikan.

Perajin mencampurkan ragi dengan kedelai giling di Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, Jawa Timur
Perajin mencampurkan ragi dengan kedelai giling di Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hma)

Kenaikan harga kedelai, sudah membuat pengrajin tahu dan tempe memperkecil ukuran. Kondisi ini disebabkan oleh perang di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Merespons hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta kepada para importir agar menahan laju kenaikan harga kedelai. Sehingga, harga tahu dan tempe tidak mengalami kenaikan.

Nanti kita minta kepada importir untuk tidak menaikan harga tidak terlalu tinggi. Mari kita jaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati peduli saudara-saudara kita,”

ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Amran mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung terkait kenaikan harga kedelai ini. Ia pun mengaku, akan segera mengumpulkan pelaku usaha.

Iklan

Nanti kami kumpulkan teman-teman importir jangan terlalu menaikan harga tinggi,”

tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Penasehat Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak Maret 2026 akibat perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel.

Jadi harga kedelai itu kan datangnya itu bertahap itu ya, sehingga kenaikannya juga bertahap. Dan sekarang ini bukan kedelai saja yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp11.000, tapi juga plastiknya juga naik 100 persen dan itu semua akibat daripada perang ini,”

ujar Aip kepada owrite.

Akibat dari kondisi ini, Aip mengatakan saat ini harga tahu dinaikkan dan ukurannya diperkecil. Langkah memperkecil ukuran ini dilakukan agar harga tidak melonjak tinggi.

Dua-dua sekarang ini mulai harga dinaikkan dan ukuran diperkecil, supaya naiknya tidak terlalu signifikan. Kenaikan itu tergantung daripada daerah, provinsi. Jadi misalnya, kalau ini pabriknya itu ada di Aceh dia akan jual di Aceh atau di Medan, tidak mungkin dia bawa ke Jakarta atau ke Jawa Tengah,”

tambahnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.