Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hari mengambil kebijakan terkait bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tidak akan ada kenaikan harga.
Menurut Komaidi, tidak adanya kenaikan harga BBM memang dapat menenangkan psikologi masyarakat, namun juga tetap ada hal yang tidak luput menjadi sorotan.
Di dalam konteks Pertamina dan pemerintah cukup berhasil untuk meng-handle psikologi masyarakat menjelang mudik Lebaran, ini aman. Mudik dan arus balik juga aman,”
kata Komaidi dalam diskusi Energy & Mining Editor Society (E2S), di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Di dalam konteks stok, betul (masih aman). Tapi di dalam konteks keberlanjutan pasokan ini yang saya kira harus sama-sama kita jaga,”
lanjut Komaidi.
Selain itu, masalah lainnya yang ‘membuntuti’ yakni impor minyak yang akan dialihkan dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) akibat penutupan Selat Hormuz. Menurutnya, pemerintah tetap harus memperhitungkan jarak dan waktu yang akan terbuang jika memilih untuk mengambil minyak dari Texas.






