Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

BBM Tak Naik Memang Redam Psikologi Rakyat, Tapi Ada Risiko Ini yang Mengintai

Masalah lain yang 'membuntuti' yakni impor minyak yang akan dialihkan dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) akibat penutupan Selat Hormuz.

Ilustrasi Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hari mengambil kebijakan terkait bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tidak akan ada kenaikan harga.

Menurut Komaidi, tidak adanya kenaikan harga BBM memang dapat menenangkan psikologi masyarakat, namun juga tetap ada hal yang tidak luput menjadi sorotan.

Di dalam konteks Pertamina dan pemerintah cukup berhasil untuk meng-handle psikologi masyarakat menjelang mudik Lebaran, ini aman. Mudik dan arus balik juga aman,”

kata Komaidi dalam diskusi Energy & Mining Editor Society (E2S), di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Di dalam konteks stok, betul (masih aman). Tapi di dalam konteks keberlanjutan pasokan ini yang saya kira harus sama-sama kita jaga,”

lanjut Komaidi. 

Selain itu, masalah lainnya yang ‘membuntuti’ yakni impor minyak yang akan dialihkan dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) akibat penutupan Selat Hormuz. Menurutnya, pemerintah tetap harus memperhitungkan jarak dan waktu yang akan terbuang jika memilih untuk mengambil minyak dari Texas.

Iklan

Kalau kita mau moving dari yang katakanlah Afrika sama wilayah Timur Tengah ke Amerika, problemnya bukan hanya masalah pasokan, tetapi tata waktu. Kalau dari Afrika termasuk Timur Tengah itu rata-rata butuh waktunya 10-11 hari sampai ke port-nya Indonesia, tapi kalau kita moving ke Texas, bisa 35-40 hari,”

ujarnya. 

Hal ini, menurut Komaidi sangat krusial, sebab apabila perjalanan membutuhkan waktu yang lama, cadangan minyak di dalam negeri bisa habis. Itu sebabnya, Komaidi meminta agar pemerintah mencari opsi yang lebih sesuai.

Barang dari Texas belum sampai, di dalam negeri udah abis. Nah ini yang saya kira harus cari alternatif-alternatif, harus cari solusi,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.