Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Airlangga Tetap Yakin Pertumbuhan di 5,4 Persen

Airlangga, laporan Bank Dunia pertumbuhan ekonomi Bank Dunia memproyeksikan 2026 melambat revisinya dari 4,7 persen ke 4,8 persen.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) saat konferensi pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons, laporan Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi RI tahun ini. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2026 melambat di 4,7 persen.

Airlangga mengatakan, di revisinya pertumbuhan ekonomi RI dari 4,7 persen ke 4,8 persen karena situasi perang yang terjadi di Timur Tengah.

Namun, ia mengatakan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas pertumbuhan global.

Iklan

Dengan situasi perang kan ya mereka semua menurunkan di berbagai wilayah. Tapi kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata, pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen,”

ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Airlangga ikut menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa Bank Dunia salah melakukan perhitungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di 4,7 persen.

Menurut Airlangga, Bank Dunia tentunya memiliki hitungan tersendiri mengenai perkiraan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Ya kan masalah proyeksi kan mereka punya perkiraan tersendiri. Tetapi kan dalam berbagai hal kita sering hasilnya lebih baik daripada prediksi mereka, jadi nggak papa,”

tuturnya.

Kendati demikian, Airlangga masih optimis ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh sesuai target pemerintah. Untuk keseluruhan tahun ekonomi ditargetkan tetap tumbuh di 5,4 persen.

Untuk kuartal I kita optimis lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Kemudian kalau di akhir tahun lebih besar sama dengan 5,4 persen sesuai dengan perkiraan APBN,”

tuturnya.

Namun, ia mengatakan tercapainya target pertumbuhan ekonomi itu masih akan bergantung pada situasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

Semua ini masih tergantung daripada kondisi geopolitik masih stabil atau tidak, yang sekarang kan dalam kondisi perang dan dua minggu lagi tentu akan ada dinamika. Jadi selama ini kita terus saja mengadjust terhadap dinamika yang ada,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.