Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan, mengambil langkah penghapusan pencatatan saham atau delisting terhadap 18 emiten. Kebijakan ini berlaku efektif pada 10 November 2026.
Keputusan ini tertuang dalam pengumuman Bursa No. Peng-DEL-00001/BEI.PP1/04-2026. Delisting dilakukan merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N terkait pembatalan pencatatan.
BEI setidaknya menetapkan dua kondisi yang memicu keputusan ini. Pertama dalam ketentuan III.1.3.1, emiten mengalami kondisi signifikan yang berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha tanpa ada indikasi pemulihan yang memadai.
Kedua, berdasarkan ketentuan III.1.3.2 emiten telah mengalami suspensi efek baik di pasar reguler dan pasar tunai, atau di seluruh pasar, paling kurang selama 24 bulan terakhir.
Sehubungan dengan telah terpenuhinya salah satu kondisi sebagaimana tersebut pada Peraturan Bursa Nomor I-N, maka Bursa memutuskan penghapusan pencatatan efek (delisting) kepada perusahaan tercatat yang efektif tanggal 10 November 2026,”
tulis pengumuman BEI dikutip Minggu, 12 April 2026.
Adapun dari total 18 emiten tersebut, ada salah satu perusahaan ternama yang akan ditendang dari Bursa. Perusahaan ini adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex.
Namun, sebelum melakukan delisting, BEI meminta agar emiten melakukan pembelian kembali saham alias buyback. Untuk masa pelaksanaan buyback dilakukan pada 11 Mei 2026 hingga 9 November 2026.
Berikut ini daftar emiten yang diputus delisting oleh BEI:
Perusahaan Dinyatakan Pailit
- COWL – PT Cowell Development Tbk
- MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk
- SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
- TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk
- SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
- TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
- TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
Perusahaan di Suspensi Lebih dari 50 Bulan
- LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk
- SUGI – PT Sugih Energy Tbk
- MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
- LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk
- SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
- ENVY – PT Envy Technologies Indonesia Tbk
- GOLL – PT Golden Plantation Tbk
- PLAS – PT Polaris Investama Tbk
- TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk
- UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk
- DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk


