Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 3 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Geopolitik Jadi Dilema Baru Industri Tambang RI, Harga Naik Tapi Risiko Membesar
Ekonomi Bisnis

Geopolitik Jadi Dilema Baru Industri Tambang RI, Harga Naik Tapi Risiko Membesar

dusep-malik
Last updated: April 10, 2026 6:05 pm
Dusep Malik - Redaktur
Share
Caption: Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur
Alat berat jenis excavator dan satu unit dump truck di aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur. (Foto: Kemenhut)
SHARE

Industri pertambangan nasional tengah menghadapi tekanan ganda di tengah dinamika global yang kian tidak menentu. Selain risiko geopolitik akibat konflik internasional, sektor ini juga dibayangi tantangan regulasi dalam negeri yang dinilai perlu lebih adaptif.

Daftar isi Konten
  • Tantangan Ketersediaan Bahan Baku
  • Kebijakan Pengendalian Produksi Berdampak ke Tenaga Kerja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pelaku industri sepakat bahwa diperlukan penyesuaian kebijakan, termasuk opsi relaksasi produksi, guna menjaga daya tahan sektor minerba di tengah krisis global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, menilai kondisi global saat ini sulit diprediksi dan bergerak sangat dinamis.

Kita berada di situasi yang tidak stabil. Ritmenya sudah sulit ditebak,”

ujarnya dalam diskusi terkait strategi sektor minerba, bersama Energy & Mining Editor Society (E2S) dikutip Jumat, 10 April 2026.

Menurutnya, meningkatnya perebutan mineral kritis di tingkat global menunjukkan bahwa kepemilikan sumber daya saja tidak cukup tanpa didukung ketahanan energi dan rantai pasok yang kuat.

Indonesia dinilai masih memiliki posisi strategis karena kekayaan sumber daya alam. Namun, tanpa penguatan kebijakan, ketergantungan pada faktor eksternal tetap menjadi risiko.

Dalam konteks ini, pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Pendekatan yang digunakan saat ini menitikberatkan pada peningkatan nilai (value) dibanding sekadar volume produksi.

Evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa lonjakan produksi tidak selalu sejalan dengan peningkatan penerimaan negara. Bahkan, produksi berlebih berpotensi menciptakan oversupply yang justru menekan harga komoditas di pasar global.

Untuk itu, skema RKAB kini diubah dari tiga tahunan menjadi tahunan agar pengendalian pasokan lebih fleksibel. Di sisi lain, kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) tetap menjadi prioritas utama.

Namun, pelaku industri menilai kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan fleksibilitas di lapangan.

Tantangan Ketersediaan Bahan Baku

Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA), Bernandus Irmanto, menyoroti tantangan nyata di sektor nikel, terutama terkait ketersediaan bahan baku pendukung seperti sulfur untuk proses produksi.

Masalahnya bukan hanya soal harga, tapi ketersediaan barang. Kalau tidak ada, produksi juga terhambat,”

ujarnya.

Kondisi ini mendorong industri melakukan diversifikasi bahan baku, termasuk memanfaatkan alternatif seperti limbah industri. Di saat yang sama, upaya transisi ke teknologi yang lebih ramah lingkungan juga masih menghadapi kendala, baik dari sisi biaya maupun produktivitas.

Di tengah dorongan hilirisasi, industri juga masih bergantung pada investasi dan teknologi dari luar negeri, khususnya China. Ketergantungan ini dinilai menambah kompleksitas risiko, terutama di tengah ketegangan geopolitik global.

Kebijakan Pengendalian Produksi Berdampak ke Tenaga Kerja

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI), Priyadi Sutarso, mengingatkan bahwa kebijakan pengendalian produksi tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Menurutnya, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga menjalar ke sektor tenaga kerja dan ekonomi daerah.

Efeknya besar, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja. Industri ini melibatkan banyak kontraktor, sehingga risikonya ikut menyebar,”

ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pertambangan selama ini juga berperan membuka akses wilayah terpencil dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, setiap kebijakan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang secara menyeluruh.

Di tengah lonjakan harga komoditas akibat konflik global, pelaku industri menilai diperlukan keseimbangan antara pengendalian pasokan dan menjaga permintaan tetap stabil.

Jika tidak, upaya menaikkan harga justru berisiko menekan permintaan dan melemahkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Dengan berbagai tekanan tersebut, sektor pertambangan kini berada di persimpangan: antara menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan nilai tambah, dan menghadapi risiko global yang terus berkembang.

Tag:Batu baraESDMGeopolitikindustri tambangminerbanikeltambang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
4
Pajak Final UMKM 0,5 Persen Kini Hanya untuk Kelompok Tertentu, Ini Daftarnya
By Anisa Aulia
Ilustrasi pajak
5

BERITA LAINNYA

Petugas kesehatan memeriksa mulut sapi kurban di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Tambak Mayor Utara, Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Didik Suhartono/bar)
Ekonomi Bisnis

Kementan Klaim Surplus Hewan Kurban, BPS Justru Catat Impor Sapi Jumbo dari Australia

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia mengimpor 20,9 ribu ton sapi jantan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik
Ekonomi Bisnis

Viral Komplain Masyarakat Soal Lonjakan Tagihan Listrik Mei 2026, Ini Bantahan PLN

PT PLN (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik di tengah ramainya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep Malik
8 jam lalu
Ilustrasi Kunjungan wisatawan mancanegara
Ekonomi Bisnis

Wisman Melancong ke RI Naik Tapi Perjalanan Warga Indonesia Anjlok, Kenapa?

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong mengalami kenaikan pada April 2026. Namun,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
gambar ilustrasi pajak
Ekonomi Bisnis

PPh Final 0,5 Persen Kini Dibatasi, HIPMI Beberkan Dampak Beratnya ke Dunia Usaha

Pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up