Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

BEI Catat Ada 16 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Aset Jumbo

5 perusahaan IPO merupakan aset skala menengah antara Rp50 miliar-Rp250 miliar. Kemudian 11 perusahaan aset skala besar di atas Rp250 miliar.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/tom)

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 16 perusahaan tengah mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang akan IPO ini didominasi oleh aset di atas Rp250 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 17 April 2026 baru ada satu perusahaan yang sudah mencatatkan saham di BEI, dengan total dana Rp300 triliun. Emiten yang sudah melantai itu adalah PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA).

Hingga saat ini, terdapat 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,”

ujar Nyoman dalam keterangannya dikutip Senin, 20 April 2026.

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang kini sedang mangantre, merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Tercatat antrean IPO ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar.

Iklan

Adapun sebanyak lima perusahaan merupakan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Kemudian 11 perusahaan merupakan aset skala besar di atas Rp250 miliar.

Bila dirinci, sektornya didominasi oleh kesehatan (healthcare) sebanyak empat perusahaan. Lalu diikuti sektor konsumen primer (consumer cyclicals) dan konsumen non-primer (consumer non-cyclicals) masing-masing tiga perusahaan. 

Kemudian di sektor infrastruktur dan teknologi masing-masing ada dua perusahaan. Sedangkan sisanya dari sektor energi dan keuangan masing-masing satu.

Di samping itu, juga telah diterbitkan 53 emisi dari 35 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan dana yang dihimpun mencapai Rp57,16 triliun. Hingga 17 April 2026, terdapat 46 emisi dari 31 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline.

Selain itu untuk rights issue, per 17 April 2026 terdapat tiga emiten yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun. Kemudian masih ada satu emiten dalam pipeline rights issue BEI, yang berada di sektor properties dan real estate.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.