Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Gegara Perang AS-Iran, Analis Proyeksi hingga Akhir April 2026 Rupiah Melemah ke Rp17.400

Melemahnya rupiah ini disebabkan oleh eskalasi di Timur Tengah hingga kekhawatiran defisit melebar karena impor minyak yang tinggi.

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Nilai tukar rupiah ambruk ke level Rp17.306 atau 0,73 persen pada perdagangan hari ini Kamis, 23 April 2026. Melemahnya rupiah ini disebabkan oleh eskalasi di Timur Tengah hingga kekhawatiran defisit melebar.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan, nilai tukar pada akhir April 2026 akan melemah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS).

Hari ini rupiah tembus di atas Rp17.300, artinya ekspektasi Rp17.300 sudah kena di hari Kamis. Dan kemungkinan besar di akhir April yaitu minggu depan kemungkinan akan tembus level Rp17.400,”

ujar Ibrahim kepada wartawan.

Perundingan Damai AS-Iran Belum Terwujud 

Ibrahim menjelaskan, ambruknya rupiah ini salah satunya disebabkan oleh kondisi eksternal karena perundingan damai antara AS dan Iran. Dalam hal ini Iran menyatakan tidak akan ikut serta, karena AS sudah melanggar aturan.

Iklan

Iran tidak ikut dalam perundingan tersebut dikarenakan Amerika sudah menyalahi aturan dalam kebijakan senjata dengan melakukan penguasaan terhadap kapal tanker Iran yang melewati selat Hormuz. Nah di sisi lain pun juga bahwa Iran siap untuk melakukan perang panjang, dan Iran sudah tidak percaya lagi terhadap Amerika,”

jelasnya.

Dari sisi internal, Ibrahim mengungkapkan melemahnya rupiah juga disebabkan oleh potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2026 melebar akibat kenaikan harga minyak dunia. 

Dari segi internal sendiri dengan kenaikan harga minyak Brent saat ini sudah di US$103 per barel, kemudian WTI crude oil itu di US$98 per barrel. Ini membuat defisit anggaran Indonesia kemungkinan besar akan kembali melebar,”

jelasnya.

Defisit APBN Naik Karena Impor Minyak

Potensi defisit ini jelas Ibrahim, karena kebutuhan impor minyak dunia Indonesia sebanyak 1,5 juta barel per hari. Sedangkan kebutuhan minyak mentah RI dalam satu hari itu sebesar 2,1 juta barel per hari. 

Sehingga apa? Sehingga, pemerintah harus menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan minyak tersebut,”

terangnya.

Kemudian masih belum ada kejelasan terkait kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz, juga menjadi salah satu sentimen pelemahan rupiah. Selain itu penahanan harga BBM subsidi menjadi sentimen lainnya yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Kemarin pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi terutama adalah Pertamax Turbo ke atas, sedangkan Pertamax sendiri ya ini pun juga tidak dinaikkan. Nah tidak menaikkan harga BBM subsidi ini membuat subsidi pemerintah semakin besar, sehingga pemerintah harus mencari anggaran-anggaran dari departemen lain,”

imbuhnya.

Pilihan EditorAnisa Aulia

Rupiah Ambruk Rp17.306 per Dolar AS, BI Bakal Lakukan ini

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.