Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Laba Bersih BCA Capai Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026, Naik Tipis dan Mulai Melambat?

Total kredit BCA mencapai Rp994 triliun atau naik 5,6 persen secara yoy di tengah tekanan ekonomi global yang dinamis.

Gedung BCA di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Hendra Jn)
Gedung BCA di Jakarta. (Sumber: Unsplash/Hendra Jn)

PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah itu tumbuh 3,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Bank Central Asia Hendra Lembong mengatakan, untuk total kredit BCA mencapai Rp994 triliun atau naik 5,6 persen secara yoy. Penyaluran kredit ini didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen secara yoy.

Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara prudent,”

kata Hendra dalam keterangan resmi Kamis, 23 April 2026.
Indikator KeuanganNilai (Q1-2026)Pertumbuhan (YoY)
Laba BersihRp14,7 Triliun+3,8%
Total KreditRp994 Triliun+5,6%
Kredit ProduktifRp760,2 Triliun+7,8%
Kredit UMKMRp146 Triliun+12%
Kredit Berkelanjutan (ESG)Rp258,4 Triliun+10,0%
Kredit Hijau (Green Financing)Rp113 Triliun+7,7%
Total Dana Pihak Ketiga (DPK)Rp1.292,4 Triliun+8,3%
Dana Murah (CASA)Rp1.089 Triliun+11,2%

Laba Tumbuh Tipis di Tengah Ekspansi Kredit

Adapun porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA. Untuk kredit ini, utamanya ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, atau naik 7,8 persen secara yoy.

Iklan

Hendra menjelaskan, sejalan dengan komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen yoy menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA. 

Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen yoy dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional,”

terangnya.

Kualitas Kredit Terjaga, Likuiditas Tetap Kuat

Lalu kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen mencapai Rp113 triliun. Hal ini salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen secara yoy.

Di samping itu, untuk Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) masing-masing sebesar 5,1 persen dan 1,8 persen. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 peen dan 174,6 persen.

Dari sisi pendanaan, total DPK BCA sejumlah Rp1.292,4 triliun, atau tumbuh 8,3 persen secara yoy. Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.