PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah itu tumbuh 3,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Direktur Bank Central Asia Hendra Lembong mengatakan, untuk total kredit BCA mencapai Rp994 triliun atau naik 5,6 persen secara yoy. Penyaluran kredit ini didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen secara yoy.
Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara prudent,”
kata Hendra dalam keterangan resmi Kamis, 23 April 2026.
| Indikator Keuangan | Nilai (Q1-2026) | Pertumbuhan (YoY) |
| Laba Bersih | Rp14,7 Triliun | +3,8% |
| Total Kredit | Rp994 Triliun | +5,6% |
| Kredit Produktif | Rp760,2 Triliun | +7,8% |
| Kredit UMKM | Rp146 Triliun | +12% |
| Kredit Berkelanjutan (ESG) | Rp258,4 Triliun | +10,0% |
| Kredit Hijau (Green Financing) | Rp113 Triliun | +7,7% |
| Total Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp1.292,4 Triliun | +8,3% |
| Dana Murah (CASA) | Rp1.089 Triliun | +11,2% |
Laba Tumbuh Tipis di Tengah Ekspansi Kredit
Adapun porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA. Untuk kredit ini, utamanya ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, atau naik 7,8 persen secara yoy.






