Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Longsor Grasberg: Kuartal I-2026, Produksi Freeport Anjlok 67 Persen

Laporan hasil produksi emas dan tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) menurun pada kuartal I-2026 karena longsor Grasberg.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas (kedua kanan), Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri (kiri) Senior Vice Presiden Industrial relation dan PAD PT Freeport Indonesia Demi Magai (kedua kiri) dan Ketua PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia Yudha E Noya (kanan) berfoto bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-24 periode 2026-2028 di Jakarta, Jumat (10/4/2026). Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Freeport Indonesia dengan serikat pekerja itu guna membangun ekosistem ketenagakerjaan inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas (kedua kanan), Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri (kiri) Senior Vice Presiden Industrial relation dan PAD PT Freeport Indonesia Demi Magai (kedua kiri) dan Ketua PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia Yudha E Noya (kanan) berfoto bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-24 periode 2026-2028 di Jakarta, Jumat (10/4/2026). Penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Freeport Indonesia dengan serikat pekerja itu guna membangun ekosistem ketenagakerjaan inklusif, produktif, dan berkelanjutan. (Sumber: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym.)

Freeport McMoran (FCX) merilis laporan hasil produksi emas dan tembaga anak usahanya PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menurun pada kuartal I-2026. Penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh insiden longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025.  

Longsor tersebut terjadi di salah satu dari lima blok produksi di GBC, namun tetap merusak infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung produksi blok lain.

Menurut laporan perusahaan, pada tiga bulan pertama, jumlah produksi emas PTFI sebanyak 92 ribu ons, turun 67,61 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 284 ribu ons. Selain emas, penurunan produksi juga terjadi pada komoditas tembaga. 

Iklan

Sementara itu, PTFI memproduksi 95 ribu pon tembaga pada kuartal I-2026, turun 67,91 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 mencapai 296 ribu pon tembaga. Tak hanya produksi, penurunan kinerja juga terjadi pada jumlah penjualan emas dan tembaga. 

Volume penjualan konsolidasi PTFI sebesar 82 juta pon tembaga dan 116 ribu ons emas pada kuartal I 2026. Angka itu lebih rendah dibandingkan volume penjualan kuartal I 2025 yang mencapai 290 juta pon tembaga dan 125 ribu ons emas.  

“Penurunan ini mencerminkan tingkat operasi yang lebih rendah setelah insiden aliran lumpur pada September 2025,”

dikutip dari laporan perusahaan, Jumat, 24 April 2026.

Selain itu, perusahaan juga memprediksi jumlah volume penjualan konsolidasi PTFI diperkirakan mencapai sekitar 0,7 miliar pon tembaga dan 650 ribu ons emas sepanjang tahun ini. Estimasi penjualan 2026 ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Januari 2026 yang mencapai 0,9 miliar pon tembaga dan 0,8 juta ons emas.

“Hal ini mencerminkan keterlambatan capaian peningkatan produksi penuh di GBC akibat kebutuhan modifikasi pada infrastruktur pemuatan bijih,”

ujar FCX.

Meski demikian, perusahaan memproyeksi volume produksi tembaga dan emas PTFI akan lebih tinggi dibandingkan volume penjualan sepanjang 2026. Hal ini menandakan ada penundaan penjualan sekitar 100 juta pon tembaga dan 50 ribu ons emas yang tersimpan di fasilitas peleburan atau smelter PTFI. 

Pada kuartal I 2026, PTFI juga membukukan keuntungan US$0,7 miliar atau setara dengan Rp12,06 triliun (dengan kurs Rp17.240) dari penyelesaian klaim asuransi terkait insiden aliran lumpur pada September 2025, yang berdasarkan polis properti dan gangguan usaha.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.