Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Melambung ke US$111,26 per Barel, Gegara UEA Ancam Keluar OPEC

investor juga terus memantau sikap OPEC, setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan akan keluar pada Jumat Ini.

Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab. (Sumber: Dok. Aramco)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah naik sebesar 3 persen.

Tak hanya itu, para investor juga terus memantau sikap OPEC, setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan akan keluar dari organisasi tersebut per Jumat pekan ini.

Dilansir dari CNBC, Rabu, 29 April 2026, harga minyak mentah Amerika Serikat atau West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3 persen ke US$99,93 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent naik hampir 3 persen menjadi US$111,26 per barel.

Iklan

Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)

Menurut beberapa sumber yang diwawancarai The New York Times, Trump mengatakan kepada penasehatnya bahwa tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka selat dan mengakhiri perang. Namun, belum jelas apa alasan Trump tidak menyukai tawaran Iran.

Adapun Iran telah menawarkan untuk membuka kembali selat tersebut jika AS mencabut blokade kapalnya. Kemudian, Teheran juga ingin menunda pembahasan mengenai program nuklirnya hingga waktu yang akan datang.

Sementara, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meragukan proposal Iran. Rubio mengatakan, Teheran bersedia membuka kembali selat tersebut untuk lalu lintas kapal hanya jika mereka masih mengendalikan jalur laut tersebut.

Itu bukan membuka selat. Itu adalah jalur air internasional. Mereka tidak bisa menormalisasi, dan kita juga tidak bisa mentolerir mereka mencoba menormalisasi, sistem di mana orang Iran yang memutuskan siapa yang boleh menggunakan jalur air internasional dan berapa banyak yang harus dibayar untuk menggunakannya,”

kata Rubio.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.