Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena efek perang di Timur Tengah (PHK). Hal ini sebagai respons atas pernyataan Serikat Pekerja bahwa tiga bulan lagi ada 10 perusahaan melakukan PHK.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi mengenai potensi PHK tersebut. Setelahnya, pemerintah baru akan melakukan kajian agar bisa diambil sebuah kebijakan yang pas.
Ya kami terus kumpulkan informasi-informasi tersebut, dan kami akan kaji dan analisis untuk pengambilan kebijakan yang pas,”
ujar Cris di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta Pusat, Rabu, 29 April 2026.
Cris mengakui, pihaknya sudah menerima laporan dari perusahaan terkait PHK. Beberapa sektor yang akan melakukan PHK ini seperti plastik dan gas.







