Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi menunda penerapan tarif royalti baru untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak demi menyusun formulasi yang lebih tepat.
“Setelah mendengar masukan dari publik dan pengusaha, maka saya akan tunda. Untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan. Negara untung, tetapi pengusaha juga harus untung,”
kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Formulasi anyar diharapkan dapat menguntungkan negara dan pelaku usaha.
“(Target Juni) masih kami pikirkan lagi. Pun itu harus mencari formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan pengusaha, tetapi pendapatan negara juga bisa kami optimalkan,”
ujar dia.
Bahlil menekankan sidang dengar pendapat yang telah dilaksanakan pada 8 Mei 2026 terkait usulan perubahan tarif royalti merupakan tahap sosialisasi dan belum menjadi keputusan final.






