Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 mencapai 5,8 persen hingga 6,5 persen. Defisit APBN juga ditargetkan terjaga di kisaran 1,80 persen hingga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Prabowo mengatakan APBN 2027 disusun sebagai komitmen untuk mewujudkan amanat UUD 1945. Demikian disampaikannya dalam Rapat Paripurna bersama anggota DPR RI untuk membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.
“Defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kami akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,”
ujar Prabowo di DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026.
Sementara, untuk pendapatan negara pada 2027 ditargetkan mencapai kisaran 11,82-12,40 persen dari PDB; sedangkan demi mendukung berbagai program prioritas belanja negara direncanakan ada di kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.






