Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah Berpotensi Ada Kenaikan BBM Bersubsidi? Ini Jawaban Bahlil

Pergerakan ICP global sejak Januari 2026 memang fluktuatif di rentang US$80 hingga US$117 per barel.Namun, secara akumulatif, rata-rata ICP Indonesia saat ini masih stabil di kisaran US$80 hingga US$81 per barel. Sehingga pemerintah belum melihat adanya urgensi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan lonjakan harga minyak dunia terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) tak berpengaruh ke harga BBM bersubsidi.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan harga BBM jenis Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. 

Tidak akan naik Insya Allah, ya, doain ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM. Tidak akan naik, Insya Allah sampai akhir tahun,”

kata Bahlil saat ditanya mengenai dampak pelemahan Rupiah terhadap BBM bersubsidi, di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026.

Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kata Bahlil, pihaknya telah membuat rumusan mitigasi jika rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) menyentuh level US$100 per barel. 

Iklan

Menurutnya, pergerakan ICP global sejak Januari 2026 memang fluktuatif di rentang US$80 hingga US$117 per barel.

Namun, secara akumulatif, rata-rata ICP Indonesia saat ini masih stabil di kisaran US$80 hingga US$81 per barel. Sehingga pemerintah belum melihat adanya urgensi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Jadi belum sampai 100 dolar lah, dan belum ada kenaikan (harga BBM bersubsidi),”

ujar Bahlil. 

Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang Garuda terus melemah hingga menyentuh angka Rp 17.716 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal