Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyinggung praktik ‘nego belakang meja’ dalam pengelolaan energi. Hal ini ia sampaikan saat membeberkan peluang investasi minyak dan gas bumi (migas) secara terbuka.
Bahlil menekankan bahwa lelang wilayah kerja (WK) migas kini dibuka bagi semua investor yang memiliki teknologi, modal, dan komitmen untuk mendukung target swasembada energi nasional.
Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan,”
kata Bahlil saat membuka Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.
Kejar Produksi Migas 1 Juta Barel
Pernyataan keras Bahlil datang di tengah upaya pemerintah mempercepat eksplorasi dan pengembangan migas, untuk mengejar target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.








