Pemerintah terus mempersiapkan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang diklaim mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan menghemat devisa hingga ratusan triliun rupiah. Kebijakan tersebut nantinya akan dijalankan secara bertahap, mulai dari evaluasi teknis, kesiapan industri, hingga penguatan ekosistem energi nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan program biodiesel merupakan salah satu kebijakan strategis nasional yang telah memberikan kontribusi nyata bagi negara.
Program biodiesel menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi dalam negeri sekaligus mendukung transisi energi Indonesia secara bertahap dan berkelanjutan,”
kata Eniya saat ditemui di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Realisasi B40 Diklaim Beri Manfaat Ekonomi Besar

Lebih lanjut, Eniya menjelaskan implementasi mandatori biodiesel sejak 2015 telah berkontribusi dalam memperkuat pasar domestik, menjaga stabilitas industri sawit nasional, serta mendukung perekonomian nasional di tengah dinamika pasar global.







