Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Mei, pada Selasa besok, 2 Juni 2026. Laju inflasi Indonesia diproyeksi naik menjadi 3,21 persen secara year on year (yoy), dibandingkan April 2026 yang sebesar 2,42 persen yoy.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan, secara bulanan inflasi akan sebesar 0,40 persen month to month (mtm), atau naik dari sebelumnya yang sebesar 0,12 persen. Kenaikan inflasi ini utamanya karena tarif penerbangan dan harga pangan.
Peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan tarif penerbangan dan pemulihan harga pangan yang fluktuatif dari deflasi menjadi inflasi ringan. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan naik menjadi 3,21 persen yoy,”
ujar Andry dalam keterangannya Senin, 1 Juni 2026.
Harga Pangan Bergejolak
Andry memperkirakan harga pangan bakal bergejolak dan diperkirakan akan mengalami inflasi sebesar 0,20 persen mtm, di tengah kenaikan harga beberapa komoditas pangan.







