Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS terhadap sektor jasa keuangan, khususnya industri perbankan nasional, masih relatif terkendali.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan terkendalinya sektor perbankan tercermin dari rasio kecukupan modal perbankan atau capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 23,97 persen per April 2026. Kondisi itu dianggap masih memberikan ruang yang cukup untuk menyerap berbagai potensi risiko.
“Terkait pergerakan nilai tukar rupiah OJK melihat dampak langsung ke sektor jasa keuangan, khususnya di perbankan, saat ini masih relatif terkendali,”
ujar Friderica dalam konferensi pers yang dikutip pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Posisi Devisa
Selain itu, eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar relatif terjaga dan terkendali. Hal ini tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) yang konsisten jauh di bawah threshold maksimum 20 persen dari modal bank.






