Adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, yang mencapai Rp16.250 per liter berpotensi membuat masyarakat beralih menggunakan BBM jenis Pertalite yang harganya selisih sekitar Rp6.250 per liter.
Merespons hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, bahwa potensi peralihan itu bukanlah kondisi riil yang terjadi di lapangan. Bahkan, opini tersebut terlihat kontraproduktif.
Penyesuaian harga Pertamax dilakukan untuk jaga daya beli dan roda ekonomi supaya tidak besar sekali beban fiskalnya. Sementara kan itu BBM nonsubsidi yaa buat orang mampu, kalau migrasi maka beban subsidi yang naik, dampaknya sama saja, justru lebih besar karena orang mampu belum tentu menerapkan campaign bijak menggunakan energi,”
kata Roberth MV pada Owrite, Kamis, 11 Juni 2026.
Komitmen Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi

Kenaikan Pertamax juga dinilai sebagai komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM subsidi bagi masyarakat yang menggunakan Pertalite.








