Dari kegiatan tersebut, PHE mencatat penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi terbesar berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan mencapai 724,22 juta barel minyak.
PHE juga membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) 314 MMBOE yang berasal dari aktivitas merger dan akuisisi, termasuk kontribusi aset di Aljazair melalui proyek MLN Phase 5 di Blok 405a. Dari sisi keuangan, subholding upstream Pertamina tersebut mencatat laba bersih US$2,175 miliar sepanjang 2025.
Konsistensi
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan capaian produksi dan eksplorasi tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,”
kata Hermansyah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, dikutip Senin, 15 Juni 2026.
Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara perusahaan, pekerja, mitra kerja, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas.
“Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia,”
tambah Hermansyah.
Kinerja PHE sepanjang 2025 didukung oleh seluruh entitas afiliasinya, yakni Regional 1 Sumatera, Regional 2 Jawa, Regional 3 Kalimantan, Regional 4 Jawa Timur dan Indonesia Timur, Regional 5 Internasional, Elnusa, Badak LNG, serta Pertamina Drilling Service Indonesia.