Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Detail Damai AS-Iran Masih Gelap, Harga Minyak Naik ke US$83,42 per Barel

Harga minyak mentah Brent naik 0,3 persen, menjadi US$83,42 per barel dan minyak WTI AS naik 0,3 persen, menjadi US$81,12 per barel.

Pengeboran minyak milik Zarubezhneft. (Sumber: Dok. Zarubezhneft)
Pengeboran minyak milik Zarubezhneft. (Sumber: Dok. Zarubezhneft)

Harga minyak kembali naik pada perdagangan Selasa, akibat kekhawatiran pasar atas minimnya rincian dalam kesepakatan awal untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS)-Iran. Selain itu, muncul kesadaran bahwa pemulihan pasokan melalui Selat Hormuz akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Dilansir dari CNBC, Selasa, 16 Juni 2026, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau 0,3 persen, menjadi US$83,42 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 46 sen atau 0,3 persen, menjadi US$81,12 per barel.

Adapun pada Senin, harga minyak anjlok 5 persen ke level penutupan terendah sejak 4 Maret, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah Memorandum of Understanding (MoU) telah ditandatangani untuk mengakhiri perang antara AS-Israel dengan Iran.

Iklan

Bentuk Nota Kesepakatan Masih Gelap

Meskipun ada optimisme setelah pengumuman tersebut, rincian lengkap nota kesepahaman tersebut belum dirilis ke publik, dan gencatan senjata permanen belum disepakati.

Indikasi awal menunjukkan bahwa perjanjian tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade, dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini diharapkan memberi ruang bagi para negosiator untuk membahas isu-isu sulit, termasuk masa depan program nuklir Iran.

Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)
Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran merupakan langkah penting untuk menghentikan pertempuran. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan akhir untuk gencatan senjata yang berkelanjutan masih belum terbentuk.

Kuncinya mungkin ada pada detail-detail perjanjian, dan sampai detail tersebut muncul, pasar kemungkinan akan bersikap hati-hati dalam mengurangi premi risiko di pasar energi,”

kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.

Iran Membekukan Aktivitas Nuklir

Seorang pejabat senior Iran mengatakan pada Senin, sambil menunggu kesepakatan akhir, Iran akan membekukan aktivitas nuklirnya, termasuk tidak melakukan pengayaan uranium lebih lanjut maupun memperluas fasilitas nuklir.

Meski kesepakatan saat ini telah tercapai, masih belum jelas seberapa cepat pasokan minyak yang sebelumnya terhambat dapat kembali masuk ke pasar.

Jalan menuju normalisasi arus pasokan masih jauh dari sederhana,”

ujar Analis Pasar IG, Tony Sycamore.

Pilihan EditorAnisa Aulia

Harga Minyak Dunia Turun, Kenapa Pertamax RON 92 dan 95 Malah Naik?

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.