Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

IESR Peringatkan Kenaikan Harga DMO Bisa Picu Lonjakan Biaya Listrik

Kebijakan DMO perlu dilakukan bertahap agar tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap biaya penyediaan listrik dan beban fiskal negara.

Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia. (sumber: bumiresources.com)

Institute for Essential Services Reform (IESR) merespons rencana pemerintah untuk mengevaluasi harga batu bara bagi kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO). 

Menurut IESR, kebijakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap biaya penyediaan listrik dan beban fiskal negara.

Melalui akun resmi X IESR mengatakan bahwa kenaikan harga DMO memang berpotensi meningkatkan minat produsen batu bara untuk memasok kebutuhan domestik. Namun, pemerintah dan PT PLN (Persero) harus menyiapkan langkah antisipatif terhadap konsekuensi yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.

Iklan

Kenaikan DMO (harga batu bara dalam negeri) perlu direncanakan bertahap,”

tulis IESR, Jumat, 19 Juni 2026.

Penerapan Secara Bertahap

Menurutnya, penerapan secara bertahap diperlukan agar PLN memiliki waktu untuk melakukan perencanaan yang matang mengingat perubahan harga batu bara akan berpengaruh terhadap biaya produksi listrik atau Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang pada akhirnya dapat berdampak pada tarif dasar listrik (TDL). 

Selain itu, pemerintah juga perlu memperhitungkan konsekuensi fiskal apabila kebutuhan subsidi energi meningkat.

Satu, bertahap dengan perencanaan matang di sisi PLN (berpengaruh ke biaya produksi/BPP kemudian TDL) dan konsekuensi fiskal bila subsidi energi naik,”

kata IESR.
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik (Foto: Istimewa)

IESR juga menilai kenaikan biaya produksi listrik akibat naiknya harga batu bara seharusnya menjadi momentum bagi PLN untuk mempercepat pengembangan pembangkit yang lebih kompetitif secara biaya, khususnya energi terbarukan. 

Di saat yang sama, perusahaan listrik negara itu juga didorong untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang biaya bahan bakarnya rentan berfluktuasi.

Kedua, BPP naik maka PLN harus merencanakan pembangunan pembangkit yang lebih kompetitif secara biaya (go renewables!) dan membatalkan PLTU yang harga bahan bakarnya volatil (mudah berubah),”

lanjut IESR.

DMO Naik Tingkatkan Ketersediaan Batu Bara

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (25/11/2025).
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (25/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Wahdi Septiawan/bar)

Di sisi lain, lembaga tersebut mengakui bahwa penyesuaian harga DMO dapat memberikan insentif ekonomi yang lebih menarik bagi perusahaan tambang.

Ketiga, DMO naik berpotensi meningkatkan ketersediaan batu bara dalam negeri karena harga yang lebih menarik bagi pengusaha,”

ujar IESR.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga DMO batu bara yang saat ini ditetapkan sebesar US$70 per ton.

Menurut politisi Partai Golkar itu, kenaikan biaya produksi akibat meningkatnya stripping ratio membuat sejumlah produsen batu bara kalori menengah menghadapi tekanan biaya yang semakin besar.

Meski demikian, pemerintah belum mengambil keputusan terkait perubahan harga DMO dan masih menghitung dampaknya baik terhadap pelaku usaha maupun PLN sebagai pengguna utama batu bara domestik.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.