Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bergerak berlawanan pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Rupiah melemah, sedangkan IHSG menguat.
Adapun nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,06 persen ke level Rp17.804 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG menguat 0,08 persen ke level 6.177.
Untuk nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,9 triliun dengan melibatkan 25,6 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 258 saham naik, 137 tidak bergerak, dan 419 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menguat 34,29 persen, PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (BCIC) naik 25 persen ke Rp145, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menguat 25 persen ke Rp545.
MSCI Biang Kerok


Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini salah satunya karena Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan peringkat arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review.
Penurunan peringkat ini mencerminkan minimnya transparansi pada data kepemilikan saham dan aktivitas pasar,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 19 Juni 2026.
Selain isu transparansi, MSCI juga menyoroti keterbatasan pada pasar valuta asing yang kerap menjadi hambatan bagi para investor. Untuk itu, Ibrahim memperkirakan, nilai tukar rupiah pada Senin, 22 Juni 2026 akan melemah.
Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.800-Rp17.850. Rupiah untuk sepekan Rp17.500-Rp18.000,”
katanya.























