Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 1,15 Persen, Rupiah Perkasa di Level Rp17.851 per Dolar AS

Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp9 triliun dengan melibatkan 13,7 miliar saham dalam 1,2 miliar kali transaksi.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berlawanan pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Rupiah menguat 0,40 persen ke level Rp17.851 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG melemah 1,15 persen ke level 5.820.

Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp9 triliun dengan melibatkan 13,7 miliar saham dalam 1,2 miliar kali transaksi. Sebanyak 228 saham naik, 264 tidak bergerak, dan 467 turun.

Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser yakni PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) melemah 14,90 persen ke Rp1.770, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) ambruk 14,84 persen ke Rp109, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melemah 14,71 persen ke Rp145.

Iklan

Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign diantaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp173,95 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk senilai Rp152,82 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp87,46 miliar.

Biang Kerok Rupiah

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah ini karena pelaku pasar masih menunggu sejumlah indikator ekonomi awal bulan Juli, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi. 

Kedua data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan arah pergerakan rupiah selanjutnya,”

ujar Ibrahim dalam riset hariannya.

Selain itu, keputusan pemerintah yang tidak menerima tawaran bantuan dana sebesar US$30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah memiliki keyakinan terhadap kemampuan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global. 

Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut mempertegas optimisme pemerintah terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia,”

terangnya. 

Adapun untuk perdagangan Selasa besok, 30 Juni 2026, rupiah akan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.800 hingga Rp17.860.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.