Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Surplus Dagang Sejak Era Jokowi Berakhir, Menteri Ekonomi Prabowo Ungkap Pemicunya
Ekonomi Bisnis

Surplus Dagang Sejak Era Jokowi Berakhir, Menteri Ekonomi Prabowo Ungkap Pemicunya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 2, 2026 10:53 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
Ilustrasi peti kemas dalam perdagangan global. (Sumber: Unsplash/Haris Illahi)
SHARE

Neraca Perdagangan Indonesia memutus rantai surplus 72 beruntun sejak Mei 2020. Sebab pada Mei 2026. neraca perdagangan RI tercatat defisit sebesar US$1,61 miliar.

Daftar isi Konten
  • Hanya Sementara
  • Siapkan Langkah

Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga defisit neraca dagang ini didorong oleh kenaikan biaya impor minyak dan gas (migas) karena harga minyak dunia yang melonjak.

Dugaan saya itu karena kita impor migas harganya naik kan, minyak bumi saya pikir di situ yang membuat naik,”

ujar Purbaya di Jakarta Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga:
Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun… Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…
Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan… Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…
Prabowo, Jokowi, dan Gibran Satu Frame: Pengamat Ingatkan Jangan Cepat… Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan mantan Presiden…
  • Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027
  • Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya
  • Prabowo, Jokowi, dan Gibran Satu Frame: Pengamat Ingatkan Jangan Cepat Simpul

Menurut Purbaya, kondisi tersebut masih terkendali bila dilihat akumulasi perdagangan sepanjang tahun berjalan. Ia meyakini, kondisi ini akan terkendali dalam beberapa waktu ke depan.

Kalau kita lihat year-to-date Januari sampai Mei, migasnya memang negatif US$12 miliar, nonmigas positif US$16, totalnya masih positif US$4 miliar. Jadi kenaikannya betul saya bilang tadi karena defisit migas membesar akibat harga minyak dunia yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan,”

terangnya.

Hanya Sementara

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai defisit neraca perdagangan ini akan bersifat sementara. Dia berharap harga energi global akan stabil stabil seiring meredanya konflik di Timur Tengah.

Jadi akibat dari perubahan mungkin harga minyak, jadi ini ya langsung berdampak. Tentu kita berharap rencana mereka untuk ceasefire perdamaian itu kita lihat lagi, sebulan dua bulan,”

ujar Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Airlangga menilai, fundamental perdagangan Indonesia masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari neraca nonmigas yang masih surplus, yang ditopang oleh komoditas andalan RI.

Kalau kita lihat neraca non-migas kan masih positif, sekitar 2 jutaan ya. Kalau kita lihat angka yang lain, ekspor misalnya kita punya CPO, batu bara, dan ferro alloy relatif juga angkanya sama,”

jelasnya.

Siapkan Langkah

Adapun untuk mengurangi tekanan karena kenaikan impor, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi salah satunya memberikan insentif untuk industri petrokimia.

Ia menyebut, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan pembebasan tarif masuk untuk sejumlah produk petrokimia. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan mengurangi dampaknya terhadap inflasi.

Makanya kan pemerintah lagi siapin biar masuknya kita nol-kan dulu sebentar untuk enam bulan dan itu kan juga sundulannya ke inflasi,”

tuturnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei Juni 2026. Artinya RI telah memutus rantai surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020 atau di masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pada Mei 2026 neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar,”

ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Ateng menjelaskan penyebab defisit neraca dagang di Mei 2026 ini, utamanya berasal dari komoditas migas yang defisitnya minus US$3,76 miliar. Penyumbangnya berasal dari hasil minyak dan minyak mentah.

Defisit pada Mei disebabkan terutama pada komoditas migas sebesar defisitnya minus US$3,76 miliar, dengan penyumbang defisit komoditas migas yaitu hasil minyak dan minyak mentah,”

katanya.
Baca juga:
Surat Prabowo Masuk DPR: Calon Gubernur BI dan Pimpinan OJK… Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat kepada DPR RI terkait calon Gubernur,…
Prabowo Usul Dwikewarganegaraan Terbatas, DPR Ingatkan Jangan Jadi Karpet Merah… DPR RI buka suara perihal wacana Presiden RI Prabowo Subianto terkait dwikewarganegaraan…
10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…
  • Surat Prabowo Masuk DPR: Calon Gubernur BI dan Pimpinan OJK Masih Misteri
  • Prabowo Usul Dwikewarganegaraan Terbatas, DPR Ingatkan Jangan Jadi Karpet Merah bagi Semua…
  • 10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan
Tag:BPSDefisitHarga MinyakJokowimigasNeraca PerdaganganprabowoPurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
4
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up