Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak ke US$76,18 per Barel

AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )
Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran, sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Akibatnya, harga minyak dunia naik pada perdagangan Rabu.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus naik 2,87 persen menjadi US$72,46 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September melonjak 2,75 persen menjadi US$76,18 per barel.

Militer AS menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran, setelah tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz diserang pada Selasa. Washington memperingatkan Teheran akan menghadapi konsekuensi berat atas serangannya terhadap pelayaran komersial.

Iklan

Serangan ini merupakan respons terhadap serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang dilakukan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata,”

kata Komando Pusat AS dalam sebuah postingan di X dikutip dari CNBC, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Ujian Damai

Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz. (Foto: Istimewa/AI).

Perkembangan terbaru ini berpotensi menguji rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan lalu, yang memungkinkan Selat Hormuz kembali dibuka setelah berbulan-bulan mengalami gangguan.

Kondisi ini juga menandakan bahwa situasi telah memburuk, Departemen Keuangan AS pada Selasa mencabut pengecualian yang sebelumnya memungkinkan Iran untuk menjual minyaknya.

Iran hanya akan menuai manfaat jika mereka menunjukkan perilaku yang baik. Tindakan Iran di Selat Hormuz sama sekali tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat dan akan dihadapi dengan konsekuensi,”

kata seorang pejabat AS kepada CNBC.

Menurut Joint Maritime Information Center yang dipimpin Amerika Serikat, tiga kapal diserang di sekitaran Selat Hormuz pada Selasa. Lembaga tersebut menaikkan tingkat penilaian ancaman bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut menjadi sangat parah, serta memperingatkan kemungkinan adanya aksi permusuhan lanjutan dari Iran.

Ini bukan kepentingan terbaik Iran untuk segera mencapai kesepakatan, karena posisi tawarnya terhadap Trump justru semakin kuat menjelang November. Meski demikian, serangan kemarin juga bertepatan dengan rangkaian upacara pemakaman kenegaraan Ali Khamenei,”

kata Analis strategi di Ortus Advisors Andrew Jackson.

Tekanan Politik Trump

Pemilu sela AS akan digelar pada bulan November, dan inflasi yang dipicu oleh konflik dijadwalkan berlangsung pada November. Kenaikan inflasi akibat konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

Lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang menyertainya, serta kemungkinan bahwa The Fed akan terpaksa mengambil sikap yang lebih hawkish karena inflasi yang tampaknya akan bertahan,”

ujar Jackson dalam surat elektroniknya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.