Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Jebol ke Rp18.014 per Dolar AS, IHSG Rontok 1,89 Persen

Rupiah ditutup melemah 0,19 persen atau 34 poin ke level Rp18.014 per dolar AS. Sedangkan IHSG anjlok 1,89 persen ke level 5.873.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serempak ambruk pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juli 2026. Bahkan, rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup melemah 0,19 persen atau 34 poin ke level Rp18.014 per dolar AS. Sedangkan IHSG anjlok 1,89 persen ke level 5.873.

Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,5 triliun dengan melibatkan 22,6 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 191 saham naik, 116 tidak bergerak, dan 482 turun.

Iklan

Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser diantaranya:

  • PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) ambruk 14,98 persen ke Rp386
  • PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) anjlok 14,29 persen ke Rp60
  • PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) melemah 14,29 persen ke Rp60

Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign yakni:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp178,53 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp107,87 miliar
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp71,58 miliar

Biang Kerok Rupiah

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh serangan yang dilancarkan oleh AS ke Iran.

Kembalinya permusuhan dan tanda-tanda masalah pelayaran yang lebih besar di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah,”

ujar Ibrahim dalam analisisnya.

Selain itu, pelemahan juga didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,525 persen.

Para pedagang sekarang mengalihkan perhatian mereka ke notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Juni, yang akan dirilis nanti malam pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pemikiran The Fed,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.