Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Tembus Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Kembali ke RI Bawa 2 Juta Barel Minyak

Kapal Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan sepanjang 15 hari, dan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli mendatang.

Kapal Pertamina Pride yang melintasi selat Hormuz. (Sumber: Dok. Pertamina International Shipping)
Kapal Pertamina Pride yang melintasi selat Hormuz. (Sumber: Dok. Pertamina International Shipping)

PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Kapal tersebut sempat tertahan di Teluk Arab ketika perang terjadi antara AS-Israel vs Iran sejak 28 Februari 2026.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan kapal Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB. 

Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,”

ujar Vega dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 9 Juli 2026.

Vega mengungkapkan, keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa mitigasi risiko dan pemantauan operasional yang dilakukan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika kawasan.

Iklan

Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini,”

imbuh Vega. 

Penilaian Risiko Ketat

Sama seperti Kapal Gamsunoro, pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat dengan mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab.

Selama pelayaran, kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.

Vega menjelaskan, seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah ini, juga langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk mengantarkan dan menjaga ketahanan energi nasional. 

Armada kapal milik Pertamina International Shipping. (Sumber: Dok. PIS)
Armada kapal milik Pertamina International Shipping. (Sumber: Dok. PIS)

Tempuh Perjalanan 15 Hari ke Indonesia

Kapal Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan sepanjang 15 hari, dan tiba di Indonesia pada tanggal 23 Juli mendatang.

PIS terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.

PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz,”

tutup Vega. 

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.