Harga emas dunia kembali menguat tipis pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026 setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Dikutip dari Economic Times, harga emas di pasar spot naik tipis 0,1 persen menjadi US$4.056,69 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk Agustus turun 0,1 persen ke level US$4.063,80 per ons. Penguatan emas yang terbatas disebabkan pasar yang tetap mewaspadai eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memicu lonjakan harga energi dan inflasi global.
Sebelumnya, harga emas telah melonjak lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa setelah inflasi konsumen AS pada Juni tercatat melambat seiring turunnya harga energi. Meski demikian, pelaku pasar belum sepenuhnya menghapus peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.







