Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

ICW Bongkar Dugaan Mark Up Rp5,5 T di KDMP, Purbaya Bakal Bayar yang Lolos Audit

ICW dalam laporannya mengatakan telah melakukan pemantauan rencana pengadaan mobil pikap 4x4 untuk KDMP yang dilaksanakan oleh PT APN.

Pengurus koperasi membawa perlengkapan mobil pick up saat penyerahan kendaraan operaslional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Temanggung.
Pengurus koperasi membawa perlengkapan mobil pick up saat penyerahan kendaraan operaslional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Temanggung. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) mengenai dugaan penggelembungan dana, dalam proyek pengadaan mobil pikap untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Purbaya mengatakan, proses pencairan anggaran untuk pengadaan mobil pikap akan dilakukan melalui audit. Nantinya, Kementerian Keuangan hanya akan mencairkan anggaran yang sudah lolos audit.

Itu kan nanti diaudit. Saya terima, saya bayar yang diaudit aja,”

ujar Purbaya di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Purbaya menyebut, hingga saat ini belum menerima data yang menjadi temuan ICW. Lembaga itu mengatakan akan melaporkan temuan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Iklan

Enggak ada, saya belum lihat,”

katanya.

Temuan ICW

Petugas mengendarai truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Petugas mengendarai truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat pendistribusian di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/tom)

Adapun ICW dalam laporannya mengatakan bahwa telah melakukan pemantauan terhadap rencana pengadaan mobil pikap 4×4 untuk KDMP yang dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN). 

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah persoalan mendasar. Pertama, PT APN diduga belum memiliki pedoman pengadaan barang atau jasa dan SOP yang diwajibkan bagi BUMN, sehingga membuka ruang penggunaan diskresi tanpa mekanisme pengendalian yang memadai. 

Kedua, proses perencanaan pengadaan dinilai tidak didasarkan pada identifikasi kebutuhan yang komprehensif. Pemilihan kendaraan pikap 4×4 berpotensi mengalami over-specification. 

ICW menemukan bahwa pengadaan tidak dilakukan secara langsung kepada produsen Mahindra & Mahindra, melainkan melalui PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG). Rekam jejak, kapasitas operasional, pengalaman impor kendaraan, serta kesiapan layanan purna jual PT BIG juga dipertanyakan mengingat nilai proyek yang sangat besar.

Berdasarkan analisis data ekspor-impor, ICW memperkirakan harga pembelian mobil oleh PT BIG dari produsen berada pada kisaran Rp14,85 triliun hingga Rp15,53 triliun. Sedangkan nilai transaksi yang disampaikan PT APN mencapai sekitar Rp20,4 triliun. 

Artinya ada selisih sebesar Rp4,86–Rp5,54 triliun mengindikasikan adanya potensi perburuan rente melalui margin yang tidak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh perantara. 

ICW Rekomendasikan Dihentikan

Agrinas Impor Mobil Pikap Mahindra & Mahindra dari India. (Sumber: Dok. Mahindra)
Agrinas Impor Mobil Pikap Mahindra & Mahindra dari India. (Sumber: Dok. Mahindra)

ICW menilai, hal itu mencerminkan opportunity cost yang besar karena berpotensi mengurangi kemampuan negara membiayai program publik yang lebih bermanfaat, seperti subsidi perumahan.

Secara keseluruhan, temuan ICW menunjukkan bahwa pengadaan mobil pikap KDMP berpotensi tidak memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan persaingan usaha yang sehat,”

kata ICW dalam laporannya.

Untuk itu, ICW merekomendasikan penghentian sementara KDMP, pembukaan seluruh dokumen pengadaan kepada publik, serta penyelidikan oleh aparat penegak hukum untuk memastikan tidak terjadi praktik perburuan rente maupun penyalahgunaan kewenangan dalam penggunaan keuangan negara.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.