Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. IHSG menghijau 1,10 persen ke 6.175 dan Rupiah menguat 0,36 persen ke level Rp17.921 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data penutupan perdagangan hari ini, sejumlah mata uang Asia kompak menguat, Yen Jepang (JPY) menguat 0,03 persen, dan Peso Filipina (PHP) 0,06 persen terhadap dolar AS.
Alasan Penguatan
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pejabat Federal Reserve terus menekankan bahwa risiko inflasi tetap ada, meskipun data terbaru menunjukkan tekanan harga sedang mereda.
Iklan
Para pembuat kebijakan telah berulang kali memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dapat memperumit prospek inflasi dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan beberapa bulan lagi data harga yang rendah sebelum mempertimbangkan pemotongan suku bunga,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 17 Juli 2026.
Ibrahim menyoroti, aktivitas dunia usaha terpantau meningkat, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal II-2026 berada di 12,97 persen naik dibandingkan kuartal sebelumnya yakni 10,11 persen.
Meningkatnya kegiatan usaha tersebut didorong oleh kenaikan kinerja mayoritas Lapangan Usaha (LU),”
katanya.
349 Saham Naik
Gambar ilustrasi saham (Sumber: blog.bankmega.com)
Di samping itu, untuk nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp16,3 triliun dengan melibatkan 29,1 miliar saham dalam 2,02 juta kali transaksi. Sebanyak 349 saham naik, 187 tidak bergerak, dan 261 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) naik 27,49 persen ke Rp218
PT First Media Tbk (KBLV) menguat 26,85 persen ke Rp137
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 25 persen ke Rp505
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: