Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Kehadiran KDMP Jangan Jadi Ancaman, APINDO: Masa ‘Warung Lawan Warung’?

pemerintah perlu membuat pembagian fungsi yang jelas antara KDMP dengan pelaku usaha yang sudah ada agar tidak terjadi tumpang tindih.

Perangkat desa memeriksa kendaraan motor roda tiga operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cijengjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Perangkat desa memeriksa kendaraan motor roda tiga operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cijengjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (Foto:

Ketua Komite Pengembangan Kewirausahaan, UKM, dan Ekonomi Inklusif DPN APINDO Lishia Erza mengatakan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak boleh menjadi pesaing bagi warung dan pelaku UMKM yang telah lebih dulu beroperasi di desa, namun harus memperkuat ekosistem usaha desa dan tidak menciptakan persaingan baru di antara pelaku usaha lokal.

Hal itu ia sampaikan Lishia dalam diskusi bertajuk Koperasi Desa Merah Putih: Mampukah Mendorong Kemandirian Desa? yang diselenggarakan The Indonesian Institute (TII), pada Kamis, 16 Juli 2026. Menurut Lishia, pemerintah perlu membuat pembagian fungsi yang jelas antara KDMP dengan pelaku usaha yang sudah ada agar tidak terjadi tumpang tindih.

Pilihan EditorRahmat Tunny dan Adi Briantika

Anggaran MBG dan KDMP Boros, HMI Sentil Pemerintah: Urus Guru Honorer Dulu!

Kalau misalnya ternyata jadinya warung lawan warung. Jadi gimana ya, UKM-nya susah terus dilawan lagi sama temannya sendiri. Jadi kayak perang dalam negeri. Jadi perlu ada demarkasi fungsi yang lewat musyawarah desa misalnya karena ini posisinya di desa,”

kata Lishia yang dikutip, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menilai tujuan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi desa tidak akan tercapai apabila koperasi justru mengambil ruang usaha yang selama ini dijalankan masyarakat.

Iklan

Menurutnya, dukungan pemerintah semestinya diarahkan untuk meningkatkan daya saing UMKM, bukan memunculkan distorsi pasar di tingkat desa.

Dukungan negara itu mungkin untuk mendorong UKM lebih kompetitif, tapi bukan kemudian menghilangkan kompetisi atau menghasilkan distorsi baru,”

ujarnya.

Lishia mengatakan KDMP akan lebih tepat jika difungsikan sebagai agregator yang membantu pelaku usaha desa, misalnya menghubungkan petani, nelayan, dan UMKM dengan industri maupun rantai pasok yang lebih luas.

Dengan peran tersebut koperasi dapat memperkuat ekonomi desa tanpa menggeser keberadaan warung maupun UMKM lokal yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar