Presiden Prabowo Subianto membantah dengan tegas adanya prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami kolaps. Menurutnya, di tengah situasi global yang masih dibayangi konflik dan ketidakpastian, ia menilai kondisi RI justru semakin kuat.

Prabowo mengatakan berbagai prediksi yang selama ini menyatakan Indonesia akan mengalami keruntuhan ekonomi justru tidak pernah menjadi kenyataan.

Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, ternyata semakin hari semakin kuat, padahal dunia sedang perang,”

kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, melalui akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, Senin, 20 Juli 2026.

Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas terkait kondisi perang di timur tengah dan kesiapan pemerintah hadapi Idul Fitri 1447 Hijriah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym)

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membahas kinerja para menteri Kabinet Merah Putih, yang dinilai telah bekerja secara mandiri dan menunjukkan inisiatif di masing-masing sektor.

Kita menjalankan pemerintahan, bekerja dengan sangat keras. Saya berterima kasih kepada seluruh anggota kabinet. Sebagian dari Saudara-Saudara bekerja tanpa diawasi karena saya berkonsentrasi kepada hal-hal penting dalam dua tahun ini,”

ujar Prabowo.

Politisi Partai Gerindra itu menekankan para menteri harus mampu menjalankan tugasnya tanpa harus terus-menerus mendapat pengawasan langsung darinya.

Tapi saya lihat Saudara-Saudara berinisiatif, masing-masing bekerja, dan bersama kita menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan. Masalah makin banyak, cita-cita kita lebih besar, pekerjaan masih banyak, perjalanan masih jauh, tapi kita sudah lihat sekarang apa yang kita sudah capai,”

jelasnya.

Klaim RI Lebih Siap Hadapi Krisis

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye)

Prabowo pun menilai ketahanan Indonesia terlihat dari kemampuan negara menghadapi berbagai tantangan global. Ia mencontohkan kondisi pangan dunia yang masih menjadi perhatian banyak negara, sementara Indonesia disebut telah lebih dulu mencapai swasembada pangan.

Selain sektor pangan, ia juga menyinggung kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan di bidang energi. Meski mengakui masih terdapat berbagai persoalan, Prabowo menilai posisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.

Banyak negara merasa risau dan panik mengenai masalah pangan, kita sudah duluan swasembada pangan. Masalah energi pun kita menghadapi kesulitan, tetapi kita lebih siap dari yang lain. Ini bukan membuat kita lengah, ini bukan membuat kita cepat puas, tidak,”

ujarnya.

Meski optimistis terhadap kondisi nasional, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan demi mencapai target pembangunan dan menjaga ketahanan Indonesia di tengah dinamika global.