Harga emas global tercatat turun pada perdagangan Senin, usai eskalasi perang di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah Brent menembus US$90 per barel. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi, seiring pejabat Federal Reserve Amerika Serikat mengisyaratkan kenaikan suku bunga diperlukan untuk menekan tekanan harga.
Dilansir dari Economic Times, Senin 20 Juli 2026, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi US$4.000,55 per ons, setelah menyentuh level terendah dalam dua pekan pada Jumat lalu dan mencatat penurunan mingguan sebesar 2,5 persen. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,3 persen menjadi US$4.005,9 per ons.
Pasar saham Asia bergerak hati-hati pada Senin menjelang pekan padat laporan kinerja perusahaan teknologi besar. Hasil kinerja tersebut akan kembali menguji keyakinan investor terhadap momentum pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).







