Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan pada Senin, 20 Juli 2026. Rupiah ditutup melemah, sedangkan IHSG menghijau.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, rupiah melemah sebesar 0,15 persen atau 27 poin ke level Rp17.948 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG menguat tipis 0,91 persen ke level 6.231.
Untuk di kawasan Asia, mata uang yang melemah hanya nilai tukar RI mata uang India. Tercatat rupee India (INR) melemah 0,11 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan Baht Thailand (THB) menguat 0,01 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,02 persen, Peso Filipina (PHP) 0,09 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,12 persen, Dolar Singapura (SGD) 0,12 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,16 persen, serta Won Korea (KRW) berotot 0,40 persen.
Alasan Rupiah Anjlok


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan rupiah hari ini didorong oleh ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran yang saling melancarkan serangan.
Serangan baru ini terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Senin, 20 Juli 2026.
Melemahnya rupiah juga didorong oleh data inflasi dan pasar tenaga kerja AS yang baru-baru ini menunjukkan latar belakang ekonomi yang lebih lemah.
Kemudian harga minyak yang melonjak juga telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target the Fed. Kondisi ini berpotensi memaksa para pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,”
tuturnya.
399 Saham Naik


Di samping untuk nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp16,8 triliun dengan melibatkan 35,4 miliar saham dalam 2,39 juta kali transaksi. Sebanyak 399 saham naik, 185 tidak bergerak, dan 210 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) menguat 24,72 persen ke Rp1.690
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR menguat 23,53 persen ke Rp105
- PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) menguat 23,53 persen ke Rp63
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) anjlok 13,99 persen ke Rp332
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) melemah 12,29 persen ke Rp785
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah 111 persen ke Rp25.950





















