Harga minyak mencapai level tertinggi dalam dua bulan pada Rabu, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Sebab, pasukan AS melancarkan serangan ke sasaran militer Iran selama 11 malam berturut-turut, sementara Kuwait menyatakan sedang menghadapi serangan drone Iran.
Dilansir dari Economic Times, pada Rabu, 22 Juli 2026, harga minyak mentah Brent menembus angka US$92 per barel atau naik ke level yang terakhir kali tercatat pada awal Juni. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah AS diperdagangkan US$85 per barel, mencatat kenaikan untuk empat sesi perdagangan berturut-turut.
Kenaikan terbaru ini terjadi setelah lonjakan tajam harga minyak pada Selasa, ketika harga minyak mentah ditutup pada level tertinggi dalam lima minggu setelah pasukan AS menyerang sasaran-sasaran di selatan dan barat Iran. Sementara itu, Iran menyerang fasilitas-fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.







