Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Era Dody Hanggodo Disorot, Pengamat: Respons Kementerian PU Tak Secepat Zaman Basuki

Gaya kepemimpinan Pak Bas (mantan menteri PUPR) itu selalu ada di lapangan, paham teknis, mampu berkomunikasi dan tak berjarak dengan staff.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) meninjau pembangunan sumur bor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) meninjau pembangunan sumur bor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Kunjungan kerja Menteri PU tersebut untuk memastikan pembangunan sumur bor sedalam sekitar 150 meter di wilayah itu berjalan lancar guna menjaga ketersediaan air saat kemarau panjang khususnya untuk mengairi lahan pertanian. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/wsj)

Pengamat infrastruktur dan tata kota Yayat Supriatna menilai soliditas internal dan pola kepemimpinan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menjadi faktor penting untuk menjaga kecepatan respons pemerintah dalam penanganan bencana.

Yayat mengatakan, Kementerian PU merupakan institusi yang harusnya sigap, mandiri, dan cepat dalam menyelesaikan masalah. Ia menyinggung peran Kementerian PU yang sebelumnya bernama Kementerian PUPR menjadi ujung tombak dalam 10 tahun terakhir.

Selama ini diakui bahwa PUPR itu ujung tombak selama 10 tahun terakhir ini. Gaya kepemimpinan Pak Bas (mantan menteri PUPR) itu selalu ada di lapangan, paham teknis, mampu berkomunikasi, Kemudian tidak ada jarak ya antara menteri dengan staff, tidak ada jarak antara menteri dengan masyarakat,”

ujar Yayat kepada Owrite Jumat, 24 Juli 2026.

Bandingkan Respons Era Basuki dan Dody

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Dok. OIKN)
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Dok. OIKN)

Yayat menilai Kementerian PUPR saat dikomandoi oleh Basuki Hadimuljono menjadi lembaga sigap dalam merespons bencana. Namun, ia tidak mengetahui apakah lambatnya respon tanggap bencana di masa kepemimpinan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo karena keterbatasan anggaran.

Iklan

Apakah kebijakan sekarang ini karena dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, kita juga tidak tahu. Tapi yang paling penting sekarang, dulu ya kalau PU itu memang paling sigap jika ada bencana, jadi ibaratnya pemimpin hadir di lapangan bersama dengan staff atau karyawan,”

tuturnya.

Kepemimpinan Dinilai Jadi Faktor Penting

Gedung Kementerian PU. (Sumber: Dok. KemenPU)
Gedung Kementerian PU. (Sumber: Dok. KemenPU)

Yayat mempertanyakan, nilai-nilai di Kementerian PU saat merespons suatu peristiwa. Dia menilai, kepemimpinan bukan hanya masalah struktur atau jabatan, namun pemimpin harus mampu mengarahkan bawahannya.

Kalau ada yang lalai, didik dia. Jadi pemimpin itu bukan hanya sekedar memarahi, mengintropeksi, menegur, tapi kan juga ada membimbing dan membina,”

tuturnya.

Yayat berharap Kementerian PU bisa mempertahankan karakter sebagai ujung tombak pemerintah dalam penanganan kebencanaan. Menurutnya, inovasi dan kemampuan teknis harus terus diperkuat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.