Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Komisi XI DPR Mengaku Tak Pernah Bahas TNI-Polri Awasi Pajak, Dasar Hukumnya Apa?

Komisi XI pada dasarnya mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak, tapi jangan gerus kepercayaan rakyat.

Gedung Direktorat Jenderal Pajak.
Gedung Direktorat Jenderal Pajak. (infopublik.id)

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI, Amin AK mengaku komisinya belum pernah menerima pembahasan khusus mengenai mekanisme pelibatan unsur TNI dan Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak. 

Karena itu, ia meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan secara terbuka dasar hukum hingga batas kewenangan kebijakan tersebut.

Sepanjang yang saya ketahui, Komisi XI DPR RI belum pernah menerima pembahasan secara khusus mengenai mekanisme pelibatan unsur TNI-Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak,”

kata Amin, Jumat, 24 Juli 2026.

DPR Minta Dasar Hukum Dijelaskan

Politikus PKS itu menilai penjelasan pemerintah diperlukan agar kebijakan tersebut tidak memunculkan berbagai tafsir di tengah masyarakat. 

Iklan

Menurutnya, publik berhak mengetahui sejauh mana peran TNI dan Polri dalam pengawasan perpajakan.

Kami mendorong Kementerian Keuangan memberikan penjelasan yang terbuka mengenai ruang lingkup, batas kewenangan, dasar hukum, serta mekanisme pengawasannya agar tidak menimbulkan multi tafsir di masyarakat,”

ujarnya.
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu.
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu. (Sumber: Google Street View)

Amin menegaskan Komisi XI pada dasarnya mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Sebab, pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara yang harus terus diperkuat.

Namun, ia mengingatkan kebijakan tersebut tidak boleh menggerus kepercayaan masyarakat terhadap otoritas pajak. Menurutnya, wajib pajak yang selama ini patuh justru harus mendapatkan rasa aman.

Bagi kami, yang paling penting adalah keberpihakan kepada wajib pajak yang jujur dan patuh. Jangan sampai masyarakat kecil, UMKM, maupun kelas menengah yang selama ini berupaya memenuhi kewajibannya justru merasa takut atau terbebani secara psikologis,”

katanya.

Pengemplang Pajak Besar Harus Jadi Prioritas

Amin juga meminta pemerintah memusatkan penegakan hukum kepada pelaku pengemplangan pajak dan penghindaran pajak dalam skala besar, bukan masyarakat yang telah beritikad baik memenuhi kewajibannya.

Negara harus tegas terhadap pengemplang pajak dan pelaku penghindaran pajak berskala besar, tetapi pada saat yang sama harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat yang beritikad baik,”

tegasnya.

Ia berharap Kementerian Keuangan segera memberikan penjelasan secara komprehensif agar kebijakan peningkatan kepatuhan pajak tidak memicu keresahan dan tetap menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.