Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Serangan Houthi-Ukraina Bikin Pasar Was-was, Harga Minyak Dunia Tembus US$99,68 per Barel

harga minyak mentah Brent turun 81 sen atau 1 persen menjadi US$99,68 per barel, namun tetap diperkirakan akan naik 13,5 persen.

Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023. (ANTARA/REUTERS/Alexander Manzyuk/pri.)

Harga minyak diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan pada Jumat. Sebab, serangan yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah memicu kekhawatiran akan kemungkinan penutupan rute pelayaran penting lainnya. 

Dilansir dari Economic Times pada Jumat, 24 Juli 2026, harga minyak mentah Brent turun 81 sen atau 1 persen menjadi US$99,68 per barel, namun tetap diperkirakan akan naik 13,5 persen sepanjang pekan ini. 

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 70 sen atau 0,76 persen, menjadi US$91,49 per barel dan diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan sebesar 11 persen.

Iklan

Sentuh US$100 per Barel

Penampakan kilang minyak.
Penampakan kilang minyak. (Sumber: Pixabay)

Pada Kamis, harga penutupan Brent naik 7 persen dan WTI naik 6,2 persen. Kenaikan ini merupakan pertama kalinya sejak Mei, harga penutupan Brent berada di atas US$100 per barel, setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa jalur pelayaran Bab el-Mandeb dapat ditutup. Jalur laut ini menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia dan merupakan jalur transit minyak terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga berjanji akan meminta Iran bertanggung jawab atas setiap serangan lanjutan.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan pada Senin bahwa mereka memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Sebelumnya, Arab Saudi menggunakan jaringan pipa untuk mengalihkan pengiriman minyaknya guna menghindari potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Iran telah mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah jika AS terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur listrik Iran. Langkah tersebut diambil setelah gencatan senjata sementara antara AS dan Iran runtuh dua pekan lalu.

Kazakhstan Hentikan Produksi Minyak

Ilustrasi kilang minyak Rusia yang diserag drone Ukraina.

Di sisi lain, Kementerian Energi Kazakhstan mengatakan pada Kamis bahwa perusahaan-perusahaan minyak telah menghentikan sementara produksi, setelah serangan yang diduga dilakukan oleh drone Ukraina menyebabkan penutupan terminal ekspor utama negara itu di Laut Hitam. 

Konsorsium Pipa Kaspia (Caspian Pipeline Consortium/CPC) menghentikan penerimaan minyak dari Kazakhstan setelah menangguhkan aktivitas pemuatan menyusul serangan terhadap kapal tanker di terminal tersebut. Jalur tersebut mengangkut sekitar 2 persen pasokan minyak mentah harian dunia.

Goldman Sachs telah memperingatkan bahwa harga minyak mentah Brent dapat naik hingga US$120 per barel jika gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz terus berlanjut. Meski demikian, skenario dasar bank investasi tersebut masih memperkirakan ketegangan di Timur Tengah pada akhirnya akan mereda.

Adapun jika konflik di kawasan tersebut mereda, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent akan rata-rata US$80 per barel pada kuartal IV dan US$75 tahun depan. Namun, para analis mengatakan risiko terhadap perkiraan ini tetap cenderung ke arah kenaikan, dengan mengutip kemungkinan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.