Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur, Intip Proyeksinya Hari ini

Rupiah melemah 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin Pagi, 27 Juli 2026.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 27 Juli 2026. Rupiah melemah 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Pengunduran diri gubernur BI juga bisa menekan rupiah,”

ujar Lukman kepada Owrite Senin, 27 Juli 2026.

Berpeluang Menguat

Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)

Namun Lukman mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS pada hari ini sejalan dengan meredanya konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran.

Iklan

Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran,”

jelasnya.

Lukman menuturkan penguatan rupiah akan terbatas dengan investor cenderung wait and see terkait rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat.

Penguatan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see serentetan rilis data ekonomi penting AS diantaranya PDB dan inflasi PCE serta pertemuan FOMC,”

katanya.

Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak di kisaran angka Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.