Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Rontok ke US$87,82 per Barel Usai Trump Buka Peluang Damai ke Iran

Selasa, 28 Juli 2026 harga minyak mentah Brent turun US$0,54, atau 0,6 persen menjadi US$87,82 pada pukul 00.46 waktu setempat.

Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab. (Sumber: Dok. Aramco)

Harga minyak turun pada perdagangan Selasa, seiring pelaku pasar terus mencermati jeda serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Kondisi ini memunculkan harapan akan solusi diplomatik atas konflik kedua negara, serta normalisasi aliran energi di Timur Tengah.

Dilansir dari The Economic Times, Selasa, 28 Juli 2026 harga minyak mentah Brent turun US$0,54, atau 0,6 persen menjadi US$87,82 pada pukul 00.46 waktu setempat. 

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$81,95 per barel, turun US$0,66 atau 0,8 persen. Kedua kontrak tersebut sebelumnya turun 1 persen pada awal sesi perdagangan ke level terendah lebih dari seminggu.

Iklan

Lagi Negosiasi

Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)
Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa AS tengah melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran, dan masih ada peluang tercapainya penyelesaian. ‌Namun, ia mengatakan serangan AS akan dilanjutkan jika negosiasi gagal, sementara Iran mengeluarkan pernyataan serupa terkait kemungkinan melakukan pembalasan.

Untuk saat ini, kelegaan karena jalan keluar dari konflik tampaknya telah ditemukan membuat tekanan terhadap harga minyak mereda dan mengurangi kekhawatiran atas potensi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur Saudi. Namun, situasi tetap sangat dinamis,”

kata analis IG Tony Sycamore dalam catatan untuk klien.

Afrah al-Zouba, calon menteri luar negeri pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi, mengatakan bahwa para pejuang Houthi yang berbasis di Yaman bertujuan untuk meniru kendali Iran atas pelayaran melalui Selat Hormuz di Bab el-Mandeb.

Apakah kelompok Houthi memiliki kemampuan militer untuk memberlakukan blokade menyeluruh masih dipertanyakan, terutama mengingat pihak Saudi akan menyerang mereka tanpa henti. Namun, tak diragukan lagi bahwa lalu lintas kapal di Laut Merah dan Selat Hormuz telah menurun secara signifikan,”

kata analis Marex Edward Meir.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.